Air Ajaib di Bawah Pohon Randu

Air Ajaib di Bawah Pohon Randu di Kudus
pohon
Demikian judul sebuah surat kabar di Kudus (Jawa Tengah).
Jika di Jombang (Jawa Timur) muncul fenomena penyembuhan ala Ponari. Di Kudus kini tengah digegerkan adanya pohon randu yang bisa menangis, yang di bawahnya airnya dapat menyembuhkan pelbagai penyakit. Tak ayal jika kemudian banyak warga tidak saja dari dalam kota tetapi dari pelbagai daerah mencoba peruntungan mendapat kesembuhan dari air ajaib itu.

Ratusan orangpun rela berjubel disekitar pohon randu menangis berketinggian sekitar 20 m yang berlokasi di desa Jepang Pakis, kec. Jati, Kudus, untuk mengambil dan meneguk “air kehidupan” (katanya). Bagi Warga sekitar, kondisi itu mendatangkan keuntungan dengan terbukanya lahan parkir, sehingga setiap hari dari pngutan bisa mencapai 1 juta.
Hal tersebut menyita perhatian aparat desa dan kecamatan, dengan adanya pohon randu tersebut mendatangkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, karena mereka bisa berjualan dan membuka lahan parkir. Namun disisi lain hal tersebut mendatangkan keresahan dan menyerumuskan masyarakat pada kemusyrikan.
Oleh karena itu inisiatif aparat desa untuk menguruk air yang ada dibawah pohon randu tersebut.

Ada hal yang menyedihkan ketika fenomena-fenomena yang bertentangan dengan Aqidah, kini banyak dijumpai di Masyarakat, ketidaktahuan mereka dan semakin rumitnya tuntutan kehidupan, menuntun mereka menjadi gelap mata, sehingga mudah mengalami pelbagai tekanan dan masalah kehidupan. Yang mengakibatkan mereka berbuat hal-hal yang bertentangan dengan Agama. Mereka menyakini bahwa air tersebutlah yang memberikan penyembuhan, ketahuilah: Dan ketahuilah kesyirikan apa pun bentuknya merupakan kedzaliman yang paling besar, melebihi membunuh, memakan harta anak yatim, korupsi, berzina, memakan riba, berdusta, dll. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memperingatkan dalam firmanNya:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Qs. Luqman: 13).

Untuk mencari sebuah solusi memang sulit, karena ada banyak pihak yang berkepentingan di dalamnya. Mulai dari yang mencari uang dari; lahan parkir, menjual makanan, mainan, sampai dari pengamanan yang juga mempunyai kepentingan “uang”. Di butuhkan partisipasi pemerintahan tingkat Desa untuk bertindak tegas dalam hal ini. Mereka harus tanpa ragu untuk menutup TKP, sehingga tidak berkelanjutan seperti yang terjadi di Jombang (Jawa Timur).

Tinggalkan Balasan