<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DEMI ISLAM, PERGILAH MENGEJAR IMPIAN</title>
	<atom:link href="http://nurulaeni.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurulaeni.wordpress.com</link>
	<description>tetap melangkah dalam bimbingan salafushaleh</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2009 05:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nurulaeni.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ca5bb70051d4b796f2c9dec3851dea9b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DEMI ISLAM, PERGILAH MENGEJAR IMPIAN</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Nazhar (Melihat) Sebelum Menikah</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/nazhar-melihat-sebelum-menikah/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/nazhar-melihat-sebelum-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 04:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/nazhar-melihat-sebelum-menikah/</guid>
		<description><![CDATA[Pemuda yang hendak menikahi seorang wanita, bolehkah dia memandang wanita tsb, bagaimana batasannya, dan kapan diperbolehkan?
Jawab:
Alhamdulillah. Haramnya seorang lelaki memandang wanita yang bukan mahramnya termasuk dalam kategori tahrimul wasilah. Artinya, diharamkan karena merupakan wasilah (perantara) yang akan menyeret kepada perkara inti yang memang haram pada asalnya. Sehingga seluruh wasilah dan dzari’ah (jalan) menuju perkara tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=283&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pemuda yang hendak menikahi seorang wanita, bolehkah dia memandang wanita tsb, bagaimana batasannya, dan kapan diperbolehkan?<span id="more-283"></span><br />
Jawab:</p>
<p>Alhamdulillah. Haramnya seorang lelaki memandang wanita yang bukan mahramnya termasuk dalam kategori tahrimul wasilah. Artinya, diharamkan karena merupakan wasilah (perantara) yang akan menyeret kepada perkara inti yang memang haram pada asalnya. Sehingga seluruh wasilah dan dzari’ah (jalan) menuju perkara tersebut ditutup oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan cara diharamkan. Kaidah ini dikenal di kalangan ulama dengan istilah saddudz-dzari’ah (menutup jalan/wasilah).</p>
<p>Sesuatu yang pengharamannya termasuk dalam bab ini, bisa dibolehkan ketika ada hajat (tuntutan) kebutuhan meskipun bukan darurat. Ini adalah ushul (prinsip hukum) yang dipegang oleh Al-Imam Ahmad, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (23/186-187, 214-215).</p>
<p>Berdasarkan hal ini, tatkala seorang lelaki berhajat untuk memperistri seorang wanita dan sebaliknya, maka hajat tersebut menuntut untuk saling mengenal terlebih dahulu. Sehingga keduanya menikah tidak secara membabi buta, yang mengandung resiko timbulnya penyesalan di kemudian hari dan berakibat tidak harmonisnya kehidupan rumah tangga mereka berdua.</p>
<p>Syariat yang penuh hikmah dan bijaksana ini menginginkan terciptanya rumah tangga yang harmonis, yang terbina di atas cinta dan kasih sayang, agar pasangan suami istri hidup tenang dan bahagia. Dengan demikian keduanya akan memiliki ‘iffah (mampu menjaga diri dari perzinaan dan perkara-perkara yang menyeret kepada perbuatan zina) serta mampu ber-ta’awun (bekerja sama dan saling membantu) dalam menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjaga diri dari maksiat. Demikian pula berbagai maslahat lainnya yang merupakan tujuan disyariatkannya pernikahan. Wallahu ‘alimun hakim (Allah Maha Tahu lagi Maha Bijaksana).</p>
<p>Dalam rangka memenuhi tuntutan hajat ini, maka seorang lelaki yang hendak menikahi seorang wanita diizinkan untuk melakukan nazhar (melihat dan mengamati dengan seksama) wanita yang hendak dilamarnya. Sebagaimana dalam hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ</p>
<p>“Apabila salah seorang kalian melamar seorang wanita, hendaklah dia memandang bagian tubuhnya yang akan menjadikannya tertarik untuk menikahinya, jika dia mampu melakukannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya, dihasankan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 99 dan Al-Irwa` no. 1791)</p>
<p>Begitu pula hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang mengisahkan seorang lelaki yang datang dan mengabarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa dia telah melamar seorang wanita dari kalangan Anshar. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:</p>
<p>أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ اْلأَنْصَارِ شَيْئًا</p>
<p>“Apakah engkau telah melihatnya?” Lelaki itu menjawab: “Belum.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Hendaklah engkau melihatnya terlebih dahulu karena pada mata wanita-wanita Anshar ada sesuatu.” (HR. Muslim, Ahmad dan An-Nasa`i)</p>
<p>Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum nazhar. Sebagian mereka mengatakan hukumnya mubah (boleh), dan sebagian yang lain mengatakan sunnah mustahab.</p>
<p>Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Asy-Syarhul Mumti’ (5/125-126, cetakan Darul Atsar): “Yang benar dalam masalah ini hukumnya sunnah (karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya). Jika seseorang telah mengenalnya tanpa melakukan nazhar maka tidak ada hajat baginya untuk melakukan nazhar. Seperti halnya bila dia mengutus seorang wanita yang benar-benar dia percayai untuk mengenali wanita yang hendak dipinangnya (dan dia bersandar dengan berita dari wanita itu). Meskipun demikian, pada hakekatnya nazhar orang lain tidak cukup mewakili nazhar yang dilakukan sendiri. Karena boleh jadi wanita itu cantik di mata orang lain, namun belum tentu cantik di mata sendiri.1 Boleh jadi wanita itu dinazhar dalam keadaan gembira dan riang, yang tentu saja berbeda jika dinazhar dalam keadaan sedih. Juga, terkadang wanita yang dinazhar berusaha untuk tampil cantik dengan berdandan menggunakan make up, sehingga disangka cantik padahal tidak demikian hakikatnya.”</p>
<p>Perlu diketahui bahwa nazhar yang syar’i memiliki beberapa persyaratan:</p>
<p>1. Nazhar hanya terbatas pada bagian tubuh tertentu. Batasan ini diperselisihkan para ulama. Dalam hal ini, Al-Imam Ahmad memiliki tiga riwayat (pendapat).</p>
<p>Riwayat pertama sama dengan pendapat jumhur ulama, yang mengatakan bahwa yang boleh dilihat adalah sebatas wajah dan telapak tangan.</p>
<p>Riwayat kedua, beliau berpendapat bahwa boleh untuk melihat bagian tubuhnya yang biasa nampak dan terlihat dalam kesehariannya ketika di rumah saat bersama mahramnya, seperti wajah, kepala, leher, lengan, dan betis.</p>
<p>Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menerangkan riwayat ini: “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan untuk nazhar secara mutlak, baik dengan seizin dan sepengetahuan si wanita yang bersangkutan ataupun tidak, berarti beliau mengizinkan untuk melihat apa yang biasa terlihat dalam kesehariannya ketika di rumah bersama mahramnya. Karena ketika melakukan nazhar secara diam-diam tanpa seizin dan sepengetahuan si wanita, maka tidak mungkin membatasi diri hanya melihat wajah saja. Bahkan bagian-bagian tubuh lainnya yang biasa nampak tentu akan terlihat pula.”</p>
<p>Riwayat ketiga sama dengan pendapat Azh-Zhahiriyah, yakni boleh melihat seluruh bagian tubuh tanpa kecuali. (Lihat Al-Mughni, 6/387-388, Tahdzib Sunan Abi Dawud hadits no. 2068, dan Nailul Authar, 6/111)</p>
<p>Dan yang rajih adalah riwayat/pendapat kedua dari Al-Imam Ahmad.</p>
<p>Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah ‘ala Ar-Raudhatin Nadiyyah (2/154): “Jika hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu tidak menunjukkan apa yang dikatakan Ibnu Hazm (yakni pendapat Azh-Zhahiriyyah) maka tidak diragukan lagi bahwa hadits tersebut menunjukkan makna lebih dari batasan yang disebutkan oleh jumhur. Wallahu a’lam.”</p>
<p>Asy-Syaikh Al-Albani juga berkata dalam Ash-Shahihah (1/157): “Riwayat yang kedua dari Al-Imam Ahmad lebih dekat kepada dzahir2 hadits dan praktik para shahabat. Wallahu a’lam.”</p>
<p>Pendapat ini juga dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu dalam Asy-Syarhul Mumti’ (5/126).</p>
<p>Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata: “Jika dia belum melihat sesuatu yang menjadikan dia tertarik pada nazhar yang pertama, boleh baginya untuk mengulangi nazhar untuk yang kedua atau ketiga kalinya.”</p>
<p>Hal ini karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan secara mutlak tanpa membatasi satu kali saja.</p>
<p>2. Nazhar dilakukan tanpa khalwat (berduaan). Karena tidak ada tuntutan hajat dan maslahat untuk ber-khalwat. Bahkan bisa menjatuhkan keduanya dalam perkara-perkara yang melanggar syariat, sehingga hal ini tetap haram hukumnya. Jadi, nazhar dilakukan dengan cara ditemani oleh wali atau mahram si wanita.</p>
<p>Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata: “Jika tidak mungkin (nazhar ditemani walinya) maka boleh bagi si lelaki untuk bersembunyi di tempat yang akan dilewati wanita tersebut dan mengamatinya secara diam-diam.”</p>
<p>3. Nazhar dilakukan tanpa disertai syahwat. Karena wanita tersebut belum menjadi istrinya, sehingga tidak dibenarkan dia bersenang-senang dengan memandanginya disertai syahwat.</p>
<p>4. Nazhar dilakukan apabila si lelaki telah bertekad untuk melamar si wantia. Jika sekedar coba-coba, atau barangkali dan barangkali, maka tidak dibenarkan. Karena pada asalnya, nazhar hukumnya haram. Hanya saja diizinkan ketika ada kebutuhan dan maslahat pernikahan. Sehingga nazhar tidak boleh melampaui apa yang diizinkan syariat.</p>
<p>5. Nazhar dilakukan apabila ada ghalabatuzh zhann (persangkaan kuat) bahwa lamarannya akan diterima. Seandainya dia seorang yang fakir atau miskin, kemudian menazhar anak seorang pejabat, atau seorang lanjut usia menazhar seorang gadis belia, perawan dan cantik, maka kemungkinan besar lamarannya akan ditolak. (Al-Mughni, 6/387-388, Asy-Syarhul Mumti’, 5/126-127)</p>
<p>Terakhir, sebagai peringatan, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata dalam Asy-Syarhul Mumti’ (5/126): “Tidak boleh melakukan percakapan dengan wanita yang dinazhar saat melakukan nazhar. Karena percakapan lebih membangkitkan syahwat dan lebih menggoda untuk menikmati suaranya dari sekedar nazhar. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: ‘Hendaklah ia memandang dari tubuhnya’, bukannya mengatakan: ‘Hendaklah dia mendengar suaranya’.”</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p>1 Karena kecantikan adalah sesuatu yang relatif. (pen.)</p>
<p>2 Makna hadits yang nampak dan terpahami secara langsung. (pen.)</p>
<p>Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=409</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=283&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/nazhar-melihat-sebelum-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Itu Indah</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/cinta-itu-indah/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/cinta-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 04:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam satu kisah percintaan yang menarik, sepasang suami istri berjalan di tepi danau yang indah. Kemudian si istri bertanya kepada suami.
Istri :&#8221; mengapa abang menyukai saya? mengapa abang cinta saya?&#8221;
Suami :&#8221; Abang tidak bisa menerangkan sebabnya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintai kamu sayang&#8221;
Istri :&#8221; Abang tidak bisa terangkan sebabnya?. Bagaimana abang bisa katakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=273&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/06/bunga1.jpeg?w=113&#038;h=150" alt="bunga" title="bunga" width="113" height="150" class="alignleft size-full wp-image-275" /><br />
Dalam satu kisah percintaan yang menarik, sepasang suami istri berjalan di tepi danau yang indah. Kemudian si istri bertanya kepada suami.<br />
Istri :&#8221; mengapa abang menyukai saya? mengapa abang cinta saya?&#8221;<br />
Suami :&#8221; Abang tidak bisa menerangkan sebabnya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintai kamu sayang&#8221;<br />
Istri :&#8221; Abang tidak bisa terangkan sebabnya?. Bagaimana abang bisa katakan abang sayang dan cintakan saya, sedangkan abang tak bisa menerangkannya.<span id="more-273"></span><br />
Suami :&#8221; Betul abang tak tau sebabnya, tetapi abang bisa buktikan bahwa abang memang sangat sayang dan cinta kamu;<br />
Istri :&#8221; tak bisa buktikan! Tidak! Saya hendak abang terangkan kepada saya sebabnya. Kawan-kawan saya yang lain yang mempunyai suami, semuanya tau sebab mengapa suami mereka sayang kepada mereka, mereka bisa menerangkan kenapa mereka mencintai?. Mereka bisa membuat puisi dan syair. Namun begitu abang tak bisa terangkan sebabnya?.</p>
<p><em>Si suami menarik nafas panjang dan dia berkata&#8221; Baiklah! Abang mencintai kamu sebab kamu cantik, mempunyai suara merdu, penyayang, dan selalu mengingati abang. Abang juga suka lihat selalu senyummu, dan tapak sayang melangkah, disitulah cinta Abang bersama sayang.<br />
Si istri tersenyum dan puas hati dengan penerangan suaminya tadi. Namun beberapa lama berselang, suatu hari si istri mengalami kemalangan dan menderita suatu penyakit.<br />
Si suami sangat bersedih hati dan menulis sepucuk surat kepada istrinya yang sangat di sayangi dan di cintai.</em></p>
<p>&#8221; Sayang! Jika disebabkan suara aku mencintaimu&#8230;Sekarang bisakah kau bersuara? Tidak!. Oleh karena itu aku tak bisa mencintaimu lagi.<br />
Jika disebabkan kasih sayang dan ingatan aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau menunjukkannya? Tidak!. Oleh karena itu aku tak bisa mencintaimu lagi.<br />
Jika disebabkan senyumanmu aku mencintaimu&#8230;sekarang bisakah engkau tersenyum? Tidak!. Oleh karena itu aku tak lagi bisa mencintaimu.<br />
Sekarang bisakah engkau melangkah menyambutku dikala aku pulang menyari nafkah? Tidak! Oleh karena itu aku tak lagi mencintaimu.<br />
Jika cinta memerlukan sebabnya, seperti sekarang. Aku tidak mempunyai sebab mencintaimu lagi. Adakah cinta memerlukan sebab?<br />
Tidak! aku masih mencintaimu dulu, kini, selamanya dan cinta tidak perlu ada sebabnya. Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat, dipegang. Namun&#8230;.ia bisa dirasai dalam hati</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=273&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/06/09/cinta-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/06/bunga1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">bunga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sanggupkah Aku Menjawabnya?</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/18/sanggupkah-aku-menjawabnya/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/18/sanggupkah-aku-menjawabnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 05:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[
SANGGUPKAH AKU MENJAWABNYA
Penulis: Al-Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin
Dikutip dari www.mimbarislami. or.id

SUNGGUH saat itu akan datang sebagaimana telah sering aku saksikan ia mendatangi orang lain, teman-temanku, tetanggaku, bahkan orang tua atau kerabatku.
Sungguh, saat itu tak mungkin kuduga sebagaimana juga mereka tak pernah menduga didatangi oleh nya. Sungguh dia akan menjemput aku pergi ke tempat yang tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=261&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/05/tanda-tanya.jpeg?w=96&#038;h=95" alt="tanda tanya" title="tanda tanya" width="96" height="95" class="aligncenter size-full wp-image-262" /></p>
<p><strong>SANGGUPKAH AKU MENJAWABNYA</strong><br />
Penulis: Al-Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin<br />
Dikutip dari www.mimbarislami. or.id<br />
<span id="more-261"></span></p>
<p>SUNGGUH saat itu akan datang sebagaimana telah sering aku saksikan ia mendatangi orang lain, teman-temanku, tetanggaku, bahkan orang tua atau kerabatku.</p>
<p>Sungguh, saat itu tak mungkin kuduga sebagaimana juga mereka tak pernah menduga didatangi oleh nya. Sungguh dia akan menjemput aku pergi ke tempat yang tak mampu aku bayangkan, tempat yang tak pernah kembali lagi mereka yang pergi ke sana, tempat yang di sana aku akan dihadapkan dengan pertanyaan.</p>
<p>Sungguh, semua itu benar adanya. Tak ada alasan bagi ku untuk tidak percaya hal itu bakal terjadi, sebagaimana tak ada alasan bagi ku untuk mengingkari adanya Al Khaliq. Juga sebagaimana tak ada alasan bagi ku untuk memungkiri adanya getaran kegelisahan dalam bathinku tatkala aku melakukan perbuatan yang fitrahku mengenalnya sebagai dosa.</p>
<p>Hanya saja. Sanggupkah aku menghadapi itu? Saat di mana aku didudukkan di lubang yang gelap, kemudian datanglah kepada ku dua malaikat mengajukan pertanyaan: Siapa Rabb-mu, apa agamamu, dan siapa nabimu?<br />
Sanggupkah aku menjawabnya? &#8230;</p>
<p>Apa yang akan aku katakan, ketika ditanya tentang siapa Rabb-ku? Cukupkah kujawab: Rabb-ku adalah ALLAH? Semudah itukah menghadapi fitnah kubur? Rasanya tidak. Tidak akan semudah itu. Sebagaimana telah tertanamkan dalam jiwaku keyakinan akan adanya Engkau, tertanam pula keyakinan bahwa tidaklah segala sesuatu itu ada dan terjadi dengan sendirinya serta tanpa maksud dan tujuan.</p>
<p>Lantas bolehkah terlintas dalam benakku: “Mustahil aku akan tersesat dan terjatuh ke dalam kekufuran?” Bolehkah terucap lewat lisanku: “Keberhasilan yang aku peroleh adalah semata-mata hasil prestasiku?” Bolehkah aku beranggapan: “Bahwa tanda keridhoan-Mu adalah dengan terjadinya apa yang terjadi atau berlakunya apa yang hendak aku lakukan?”</p>
<p>Sungguh tak mungkin aku mengatakan: “Alangkah kejamnya Engkau, membiarkan seorang bayi lahir dalam keadaan cacat. Alangkah tak adilnya Engkau, membiarkan pelaku maksiat sejahtera bermandikan kesenangan, sedangkan mereka yang tha’at dalam keadaan miskin berlumurkan kesengsaraan.” Sungguh tak mungkin aku mengatakannya. Namun, mengapa sering bathin ini protes manakala aku tertimpa musibah atau doaku tak kunjung terkabul?</p>
<p>Ya, ALLAH. Ternyata tak ada jalan untuk mengenal Mu kecuali melalui diri-Mu. Kalau bukan karena hidayah-Mu, sungguh akan tertanam dalam batinku, terucap dari lisanku, dan terwujud lewat perbuatanku segala yang bertentangan dengan kekuasaan-Mu, bertentangan dengan hak-Mu untuk diibadahi, serta bertentangan dengan kemuliaan nama-nama dan sifat-sifat- Mu. Maka, sudahkah aku mengenal segala kekuasaan-Mu dan mengakui keesaan-Mu dalam hal mencipta, memiliki, dan mengatur alam semesta ini?</p>
<p>Kemudian, apa yang akan aku katakan ketika ditanya tentang apa agamaku? Cukupkah kujawab: Agamaku Islam? Semudah itukah menghadapi fitnah kubur? Rasanya tidak. Tidak akan semudah itu. Sebagaimana telah tertanam di dalam jiwaku keyakinan akan kesempurnaan agama ini, tertanam pula keyakinan bahwa agama ini disampaikan kepada manusia agar mereka memperoleh kemudahan dan kebahagiaan hidup di dunia -sebelum di akhirat kelak tentunya-.</p>
<p>Lantas bolehkah terlintas dalam benakku: “Agama ini tidak realistis, kurang membumi?” Bolehkah terucap lewat lisanku: “Jaman sekarang ini jangankan mencari yang halal, mencari yang haram saja susah?” Bolehkah aku beranggapan: “Semua agama itu baik?”</p>
<p>Sungguh tak mungkin aku mengatakan: “Alangkah enaknya menjadi orang-orang kafir di muka bumi ini, alangkah kunonya agama ini, dan alangkah sempit serta terbatasnya ruang ibadah yang tersedia di sana.” Sungguh tak mungkin aku mengatakannya. Namun mengapa sering bathin ini protes manakala terasa dunia dan segala suguhannya tak memihak kepada ku? Mengapa bathin ini diam saja dan tak sedikitpun tergerak untuk membenci mereka yang menghujat agama ini?</p>
<p>Ya, ALLAH. Kalau bukan karena hidayah-Mu; sungguh akan tertanam di dalam bathinku, terucap dari lisanku, dan terwujud lewat perbuatanku segala yang bertentangan dengan agama yang mulia ini. Bahkan boleh jadi aku tak mengenal agama ini sebagaimana ia diperkenalkan oleh pembawanya. Boleh jadi aku tak mengenal keseluruhan aturan yang ada di dalam nya. Dan boleh jadi aku telah terjatuh ke dalam perbuatan yang telah mengeluarkan aku dari nya.</p>
<p>Kemudian, apa yang akan aku katakan ketika ditanya tentang siapa nabiku? Cukupkah kujawab: Nabiku Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam? Semudah itukah fitnah kubur? Rasanya tidak. Tidak akan semudah itu. Sebagaimana telah tertanam keyakinan dalam bathinku tentang kemuliaan akhlaqnya, sifat amanahnya, dan kejujurannya; tertanam pula keyakinan bahwa dialah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam teladan terbaik bagi umat manusia.</p>
<p>Lantas bolehkah terlintas dalam benakku: “Ada jalan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala selain dari yang telah dicontohkan oleh beliau Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam?” Bolehkah terucap lewat lisanku: “Memelihara jenggot itu jorok, menjilat-jilati jari sehabis makan itu juga jorok, dan poligami itu jahat?” Bolehkah aku beranggapan: “Mengikuti Sunnahnya itu tidak wajib?”</p>
<p>Sungguh tak mungkin aku mengatakan: “Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam lupa menyampaikan ini dan itu. Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam sengaja menyembunyikan risalah atau Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam tidak mengetahui apa yang baik bagi umatnya.” Sungguh tak mungkin aku mengatakannya. Namun mengapa sering bathin ini protes dan merasa berat dengan apa yang telah ia tetapkan dan contohkan? Mengapa akal dan hawa nafsu ini sering merasa lebih tahu -tentang baik dan buruk- ketimbang beliau Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam?</p>
<p>Ya, ALLAH. Kalau bukan karena hidayah-Mu; sungguh akan tertanam di dalam bathinku, terucap dari lisanku, dan terwujud lewat perbuatanku berbagai pengingkaran terhadap kenabian dan kerasulan Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam. Boleh jadi itu bermula dari acuh tak acuhnya aku untuk mengenal nama-nama dan nasab beliau Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dan dari kurang minatnya aku membaca serta mempelajari riwayat hidupnya. Akhirnya butalah aku akan sunnah-sunnahnya dan tak mengertilah aku akan misi risalahnya. Dan jadilah aku orang yang hanya ikut-ikutan menyebut namanya tanpa memahami pertanggungjawabann ya.</p>
<p>Sanggupkah aku menjawabnya? &#8230;</p>
<p>Sungguh, aku akan berhadapan dengan pertanyaan yang jawabnya tak cukup di lisan, tetapi dari dalam keyakinan dan dibuktikan oleh perbuatan. Bukan hasil dari menghafal, tetapi dari beramal. Tak ada yang sanggup menuntun aku untuk menjawabnya kelak kecuali Engkau, Ya ALLAH. Aku tahu itu dan aku yakin, sebagaimana telah Engkau janjikan:</p>
<p>يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ</p>
<p>“ALLAH meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat&#8230;” (Ibrahim: 27)</p>
<p>Sumber: Ushuluts Tsalatsah</p>
<p>============ ===</p>
<p>Dikutip dari www.mimbarislami. or.id</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=261&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/18/sanggupkah-aku-menjawabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/05/tanda-tanya.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">tanda tanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Pulang</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/14/jalan-pulang/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/14/jalan-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 02:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[JALAN PULANG
KALI INI AKU KE STASIUN
WALAU AKU JARANG KE STASIUN
AKU MELEPAS KEPERGIAN TEMANKU
DI DEPAN GERBONG YANG KOSONG
KU NIKMATI HEMBUSAN ANGIN FAJAR MENERPA WAJAHKU
RASANYA TERSIRAT KEINGINAN SAMPAI DI KAMPUNGMU
DI DEPAN RUMAH, SEPASANG BUAH HATI MENUNGGUMU
MERANCANG SEBUAH DRAMA UNTUK MENYAMBUTMU
TERSENYUM KECIL DAN TAK HENTI-HENTINYA
MEREKA MERAYUMU
TAPI AKU TAK MELIHATMU LAGI, SETELAH
PAGI INI AKU TERUS MENCARI PERADUAN REL KAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=257&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>JALAN PULANG</strong></p>
<p>KALI INI AKU KE STASIUN<br />
WALAU AKU JARANG KE STASIUN<br />
AKU MELEPAS KEPERGIAN TEMANKU<br />
DI DEPAN GERBONG YANG KOSONG<br />
KU NIKMATI HEMBUSAN ANGIN FAJAR MENERPA WAJAHKU</p>
<p>RASANYA TERSIRAT KEINGINAN SAMPAI DI KAMPUNGMU<br />
DI DEPAN RUMAH, SEPASANG BUAH HATI MENUNGGUMU<br />
MERANCANG SEBUAH DRAMA UNTUK MENYAMBUTMU<br />
TERSENYUM KECIL DAN TAK HENTI-HENTINYA<br />
MEREKA MERAYUMU</p>
<p>TAPI AKU TAK MELIHATMU LAGI, SETELAH<br />
PAGI INI AKU TERUS MENCARI PERADUAN REL KAN BERTEMU</p>
<p>MENGAPA AKU INGAT ITU<br />
JALAN PULANG KAN MENGHANTARKANMU</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=257&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/14/jalan-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asyiknya jalan2</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/14/asyiknya-jalan2/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/14/asyiknya-jalan2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 02:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[
Tak boleh terlewatkan kala jalan-jalan di Kota Semarang, beraneka ragam obyek wisata dapat dikunjungi, antara lain; pantai Marina, pantai Maron, Gua Kreo, Marga Satwa Mangkang, MAJT, dll. Dalam perjalananpun ada sesuatu yang indah, ketika baru masuk Kota Semarang dari arah Bawen, tepatnya di jalan Setia Budi, menelusuri jalan tersebut tepatnya di Srondol, kota Semarang, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=254&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/05/jalan-panjangku.jpeg?w=124&#038;h=124" alt="jalan panjangku" title="jalan panjangku" width="124" height="124" class="aligncenter size-full wp-image-253" /><br />
Tak boleh terlewatkan kala jalan-jalan di Kota Semarang, beraneka ragam obyek wisata dapat dikunjungi, antara lain; pantai Marina, pantai Maron, Gua Kreo, Marga Satwa Mangkang, MAJT, dll. <span id="more-254"></span>Dalam perjalananpun ada sesuatu yang indah, ketika baru masuk Kota Semarang dari arah Bawen, tepatnya di jalan Setia Budi, menelusuri jalan tersebut tepatnya di Srondol, kota Semarang, kita seperti melihat kumpulan awan bertengger di rimbunnya daun pohon asam. Hal ini karena banyaknya burung kuntul (Egretta SP) bersarang di pohon asam yang berada di depan markas Batalyon Infantri Qou/ Raider. burung yang identik dengan lahan basah itu. dalam sejarah mencatat pada tahun 1990 ada sekitar 24 burung yang berhuni. Namun akrir2 ini burung tersebut semakin berkurang, disebabkan lahan basah di sekitarnya berkurang juga, seperti rawa, sawah, dan danau.</p>
<p>Ketika dari arah Demak, atau dari arah Utara, terlihat Laut Jawa di sepanjang Jalan (lewat Arteri Utara/ jalan Yos Sudarso), ketika Malam hari lampu-lampu PLTN menambah indahnya malam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=254&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/14/asyiknya-jalan2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/05/jalan-panjangku.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">jalan panjangku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PELUANG</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/11/peluang/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/11/peluang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Peluang selalu datang bersamaan dengan kesulitan dan rasa takut. Banyak orang yang hanya diam saja melewatkan peluang yang datang di depan mata. Dalam diri kita terdapat sejuta peluang, namun sayang juga dalam diri kita terdapat bagian yang tidak mau menangkap peluang meski peluang itu bisa kita ambil. Kenyataan dalam hidup mengajarkan bahwa bukan peluang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=249&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Peluang selalu datang bersamaan dengan kesulitan dan rasa takut. Banyak orang yang hanya diam saja melewatkan peluang yang datang di depan mata. Dalam diri kita terdapat sejuta peluang, <span id="more-249"></span>namun sayang juga dalam diri kita terdapat bagian yang tidak mau menangkap peluang meski peluang itu bisa kita ambil. Kenyataan dalam hidup mengajarkan bahwa bukan peluang yang menciptakan kemauan, tetapi kemauanlah yang menciptakan peluang. Orang yang dapat menangkap peluang adalah orang yang mengunakan daya kreatifitas dan keinginan untuk menciptakan impian. Merek atidak hanya diam diri di tempat, tetapi yang selalu siap untuk mengunakan waktunya untuk menangkap peluang. kalau peluang datang, kita mungkin sudah siap untuk mengambilnya.</p>
<p>Ketika menghadapi peluang kita sering memilih-milihnya, sebesar apapun peluang itu, tidak mungkin kita meremehkannya. Acapkali kita terasa menyesal telah melepaskan peluang yang ditawarkan kepada kita. Tidak ada kesempatan kedua, tetapi kita tak harus menyesali berkelanjutan, Kita harus yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memberikan yang terbaik bagi kita. Kita tidak tau hikmah apa yang tersirat di belakang itu semua.<br />
&#8221; sesungguhnya Allah berbuat tidak dzolim kepada manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang berbuat dzalim terhadap diri mereka sendiri &#8221; (QS.Yunus: 4) </p>
<p>Tidaklah membuat menyesal akan terlewatnya sebuah peluang yang datang. Tidak ada kesulitan sebesar ataupun seberat apaupun di dunia ini, kecuali hasil dari buah pikirnya sendiri. (Hikmah yang aku ambil dari terlewatnya sebuah peluang yang datang kepadaku)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=249&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/05/11/peluang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKHUSYUKAN DALAM SHOLAT</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/17/kekhusyukan-dalam-sholat/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/17/kekhusyukan-dalam-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Diantara bentuk hal-hal yang disunnahkan di dalam sholat adalah kekhusyukan. Khusyuk sendiri artinya bukanlah menangis. Tetapi khusyuk artinya adalah kehadiran hati dan ketenangan seluruh anggota tubuh. Yakni bahwa hati orang yang sholat harus mampu menghadirkan makna dari apa yang ia ucapkan dan apa yang di perbuat. Harus mampu menghadirkan dirinya di hadapan Allah Subhanahu wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=241&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diantara bentuk hal-hal yang disunnahkan di dalam sholat adalah kekhusyukan. Khusyuk sendiri artinya bukanlah menangis. Tetapi khusyuk artinya adalah kehadiran hati dan ketenangan seluruh anggota tubuh. Yakni bahwa hati orang yang sholat harus mampu menghadirkan makna dari apa yang ia ucapkan dan apa yang di perbuat. Harus mampu menghadirkan dirinya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, bahwa ia sedang bermunajat kepada Nya. Tidak diragukan lagi bahwa kekhusyukan itu termasuk bagian kesempurnaan sholat. Dan sholat tanpa khusyukan ibarat tubuh tanpa nyawa. Sebagian ulama menegaskan bahwa kekhusyukan dalam sholat adalah wajib. Yakni apabila sholatnya didominasi oleh gangguan, maka sholatnya itu tidak sah.<span id="more-241"></span><br />
 PAda awalnya hal ini amatlah sulit. Dan dapat ditegaskan bahwa kita menegaskan pendapat itu, maka kita bisa mewajibkan kepada umat manusia untuk mengulang sholatnya mereka semua. Kalau mereka mengulangnya, lalu datang waswas lagi, mereka juga terpaksa mengulangnya lagi.</p>
<p>Akan tetapi menurut kami, hal seperti itu tidak pernah ada buktinya. Karena, apabila seseorang diperintahkan untuk khusyuk dalam sholat sekali saja,niscaya di kemudian hari ia akan mencoba untuk khusyuk dan tidak akan berpikiran apa-apa dalam sholatnya. Pendapat yang benar adalah bahwa kekhusyukan termasuk wajib dalam sholat. Yakni apabila sholat seseorang didominasi oleh waswas, tentunya ia terhalangi untuk berkonsentrasi pada Robbnya. Dalilnya adalah riwayat dari Nabi, bahwa beliau bersabda :<br />
&#8221; Kalau setan mendengar adzan, ia akan berlari sambil kentut dengan keras, adzan itu amat berpengaruh pada dirinya. Usai adzan, ia akan lembali. kalau seseorang sedang shloat, ia akan masuk dala sholat orang itu sambil berkat ingat ini, ingat itu&#8221; </p>
<p>Hadits ini merupakan nash bahwa gangguan dalam sholat itu, meski banyak jumlahnya, tidak akan membatalkan sholat. Demikian keumuman dari sabda Nabi:</p>
<p>&#8220;sesungguhnya Allah memaafkan segala yang terbesik dalam hati seorang hamba, selama ia tidak mengamalkannya atau mengucapkannya&#8221;.<br />
Itu termasuk orang yang banyak terganggu dalam sholatnya.</p>
<p>Bagaimana pun juga seseorang tetap seyogyanya berupaya sebatas kemampuannya untuk menghadirkan hati dalam sholat. Tidak diragukan lagi bahwa setan itu selalu berupaya menyerangnya sehabat mungkin. Karena ia sudah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan manusia, kecuali para hambva Allah yang ikhlas (diselamatkan oleh Allah), ia memang akan selalu berupaya untuk menyerang kita. Tiap kali ia menyerang, kita bisa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, seperti yang di perintahkan oleh nabi. Kalau kita berusaha melatih diri untuk khusyuk dalam solat, pasti itu akan menjadi kebiasaan kita.</p>
<p>Kitab &#8220;Zadul Mustaqni&#8217; fi Ikhtishoril Muqni&#8221; Karya Al-Alllamah Syarofuddin Al-Hajjawi&#8221; Bab KHusyuk, </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=241&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/17/kekhusyukan-dalam-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Terakhirku di Kamar Kos</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/13/hari-terakhirku-di-kamar-kos/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/13/hari-terakhirku-di-kamar-kos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 02:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[
Pagi ini ku duduk didepan jendela kamar kosku, pemandangan yang cantik ; sebuah bukit, pantai laut Jawa, dan sebuah Masjid berdiri kokoh di atas bukit, terakhir aku memandangnya. Kenangan yang indah yang sulit aku lupakan, yang menemaniku setiap hari selama aku tinggal di Kota Semarang. Sebetulnya tak ingin aku meninggalkan kamar itu, kamar yang kutempati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=231&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/04/pantai-kamarku.jpeg?w=125&#038;h=94" alt="pantai-kamarku" title="pantai-kamarku" width="125" height="94" class="aligncenter size-full wp-image-232" /></p>
<blockquote><p>Pagi ini ku duduk didepan jendela kamar kosku, pemandangan yang cantik ; sebuah bukit, pantai laut Jawa, dan sebuah Masjid berdiri kokoh di atas bukit, terakhir aku memandangnya. <span id="more-231"></span>Kenangan yang indah yang sulit aku lupakan, yang menemaniku setiap hari selama aku tinggal di Kota Semarang. Sebetulnya tak ingin aku meninggalkan kamar itu, kamar yang kutempati selama aku menyusun skripsi, waktu dimana sangat meyita waktu dan pikiranku. Ketika melihat dipojok jendela sebelah kanan kulihat Kebesaran ALLah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, tatapanku melayang jauh ke caklawala laut yang membentang luas, kapal-kapal besar yang berlayar mengarungi lautan luas. Di sisi kiriku sebuah masjid berdiri kokoh seakan menenggelamkan bangunan disekitarnya, yang senantiasa mengingatkan aku waktu sholat dengan kumandang Adzanya, di belakang Masjid terdapat bukit nan hijau, tiap sore anak-anak kecil berlarian, terjatuh, dan berguling di rerumputannya yang hijau</p>
<p>        &#8221; Anak adalah kebahagian sakaligus harapan kita&#8221;<br />
        &#8221; Mengejar kesenangan atau terlibat dalam aktifitas yang manfaatnya mereka belum ketahui adalah kegiatan mereka&#8221;<br />
        &#8221; Melihatnya, seakan menaruh harapan meski dalam keadaan sepahit dan segetir apapun&#8221;</p>
<p>Ku nikmati dulu pemandangan akhir dari kamarku.<br />
Aktifitas sehari-hari di kota Semarang juga harus berakhir hari ini, belajar dengan anak-anak, bercanda dengan ade sekamar (semoga KKN nya ade berjalan dengan lancar).<br />
Ada sebuah episode dimana aku harus memilih di antara dua hal; memenuhi keinginan orang tua atau keinginan sendiri. Telah aku mantapkan memenuhi keinginan orang tua, yang menghendaki aku harus pulang ke kampung.<br />
Lamunanku terusik dengan panggilan teman, &#8220;Sudah jam berapa? kok belum beres-beres?&#8221;, selamat tinggal kamarku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=231&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/13/hari-terakhirku-di-kamar-kos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/04/pantai-kamarku.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">pantai-kamarku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SESALNYA ANAK NEGRI</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/01/sesalnya-anak-negri/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/01/sesalnya-anak-negri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 12:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Masih teringat olehnya kekecewaan yang mendalam akan keserakahan bernama &#8221; KEKUASAAN&#8221;
Ketika terulur padanya sebuah &#8220;PEKERJAAN&#8221;
Malu mengadah pada tangan &#8220;KEHORMATAN&#8221;
Dengan membayar sebuah &#8220;PENGORBANAN&#8221;
Untuk mendapat sebuah nama &#8220;JABATAN&#8221;
Namun malang ketika olehnya menolak karena tak ada &#8220;KEKAYAAN&#8221;
Sudah tak ada di negri ini sebuah &#8220;KEADILAN&#8221;
Keadilan yang bermuara pada &#8220;KEIKHLASAN&#8221;.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=226&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masih teringat olehnya kekecewaan yang mendalam akan keserakahan bernama &#8221; KEKUASAAN&#8221;</p>
<p>Ketika terulur padanya sebuah &#8220;PEKERJAAN&#8221;</p>
<p>Malu mengadah pada tangan &#8220;KEHORMATAN&#8221;</p>
<p>Dengan membayar sebuah &#8220;PENGORBANAN&#8221;</p>
<p>Untuk mendapat sebuah nama &#8220;JABATAN&#8221;</p>
<p>Namun malang ketika olehnya menolak karena tak ada &#8220;KEKAYAAN&#8221;</p>
<p>Sudah tak ada di negri ini sebuah &#8220;KEADILAN&#8221;</p>
<p>Keadilan yang bermuara pada &#8220;KEIKHLASAN&#8221;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=226&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/04/01/sesalnya-anak-negri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Ajaib di Bawah Pohon Randu</title>
		<link>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/03/27/air-ajaib-di-bawah-pohon-randu/</link>
		<comments>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/03/27/air-ajaib-di-bawah-pohon-randu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 02:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurulaeni.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Air Ajaib di Bawah Pohon Randu di Kudus

Demikian judul sebuah surat kabar di Kudus (Jawa Tengah).
Jika di Jombang (Jawa Timur) muncul fenomena penyembuhan ala Ponari. Di Kudus kini tengah digegerkan adanya pohon randu yang bisa menangis, yang di bawahnya airnya dapat menyembuhkan pelbagai penyakit. Tak ayal jika kemudian banyak warga tidak saja dari dalam kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=219&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Air Ajaib di Bawah Pohon Randu di Kudus</strong><br />
<img src="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/03/pohon.jpeg?w=135&#038;h=90" alt="pohon" title="pohon" width="135" height="90" class="alignleft size-full wp-image-220" /><br />
Demikian judul sebuah surat kabar di Kudus (Jawa Tengah).<br />
Jika di Jombang (Jawa Timur) muncul fenomena penyembuhan ala Ponari. Di Kudus kini tengah digegerkan adanya pohon randu yang bisa menangis, yang di bawahnya airnya dapat menyembuhkan pelbagai penyakit. Tak ayal jika kemudian banyak warga tidak saja dari dalam kota tetapi dari pelbagai daerah mencoba peruntungan mendapat kesembuhan dari air ajaib itu.<br />
<span id="more-219"></span><br />
Ratusan orangpun rela berjubel disekitar pohon randu menangis berketinggian sekitar 20 m yang berlokasi di desa Jepang Pakis, kec. Jati, Kudus, untuk mengambil dan meneguk &#8220;air kehidupan&#8221; (katanya). Bagi Warga sekitar, kondisi itu mendatangkan keuntungan dengan terbukanya lahan parkir, sehingga setiap hari dari pngutan bisa mencapai 1 juta.<br />
Hal tersebut menyita perhatian aparat desa dan kecamatan, dengan adanya pohon randu tersebut mendatangkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, karena mereka bisa berjualan dan membuka lahan parkir. Namun disisi lain hal tersebut mendatangkan keresahan dan menyerumuskan masyarakat pada kemusyrikan.<br />
Oleh karena itu inisiatif aparat desa untuk menguruk air yang ada dibawah pohon randu tersebut.</p>
<p>Ada hal yang menyedihkan ketika fenomena-fenomena yang bertentangan dengan Aqidah, kini banyak dijumpai di Masyarakat, ketidaktahuan mereka dan semakin rumitnya tuntutan kehidupan, menuntun mereka menjadi gelap mata, sehingga mudah mengalami pelbagai tekanan dan masalah kehidupan. Yang mengakibatkan mereka berbuat hal-hal yang bertentangan dengan Agama. Mereka menyakini bahwa air tersebutlah yang memberikan penyembuhan, ketahuilah: Dan ketahuilah kesyirikan apa pun bentuknya merupakan kedzaliman yang paling besar, melebihi membunuh, memakan harta anak yatim, korupsi, berzina, memakan riba, berdusta, dll. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memperingatkan dalam firmanNya:</p>
<p>وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</p>
<p>“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Qs. Luqman: 13).</p>
<p>Untuk mencari sebuah solusi memang sulit, karena ada banyak pihak yang berkepentingan di dalamnya. Mulai dari yang mencari uang dari; lahan parkir, menjual makanan, mainan, sampai dari pengamanan yang juga mempunyai kepentingan &#8220;uang&#8221;. Di butuhkan partisipasi pemerintahan tingkat Desa untuk bertindak tegas dalam hal ini. Mereka harus tanpa ragu untuk menutup TKP, sehingga tidak berkelanjutan seperti yang terjadi di Jombang (Jawa Timur).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurulaeni.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurulaeni.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurulaeni.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurulaeni.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurulaeni.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurulaeni.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurulaeni.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurulaeni.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurulaeni.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurulaeni.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurulaeni.wordpress.com&blog=3087465&post=219&subd=nurulaeni&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurulaeni.wordpress.com/2009/03/27/air-ajaib-di-bawah-pohon-randu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ac625c050e0aacdec5757a0deb87add?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurulaeni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurulaeni.files.wordpress.com/2009/03/pohon.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">pohon</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>